Perkembangan Zonaisasi Covid-19 di Kaltim, 3 Kabupaten Zona Kuning dan 1 Zona Oranye

img

(Andi Muhammad Ishak) 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Perkembangan terakhir penyebaran kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim menunjukkan tren menurun. Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, terhitung sejak awal bulan suci Ramadan hingga saat ini, terjadi penurunan sekitar 1.175 kasus terkonfirmasi. Dari 2.232 kasus pada 13 April 2021 hingga Senin, 17 Mei 2021 menjadi 1.057 kasus.

"Alhamdulillah selama bulan suci Ramadan kemarin sampai saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 terus menurun, meskipun memang masih ada penularan tetapi bisa di tekan. Ini semua berkat kerja sama yang baik antara Satgas dari unsur pemerintah, TNI, Polri dan aparat terkait di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan, kelurahan/desa dan RT (rukun tetangga) didukung dengan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-harinya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Senin (17/05).

Diterangkan dengan terus menurunnya kasus aktif terkonfirmasi Covid-19, juga turut berpengaruh terhadap zonaisasi (zonasi) dari beberapa daerah di Kaltim. Tercatat ada empat kabupaten yang sudah keluar dari zona merah, yaitu Mahakam Ulu, Paser dan Penajam Paser Utara berada pada zona kuning, serta Kutai Timur (zona oranye). Sedangkan 3 kabupaten dan 3 kota lainnya di Benua Etam masih berada pada zona merah.

"Hasil kerja keras dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan ini patut diapresiasi, menunjukkan tingkat kepedulian bersama untuk menekan penularan Covid-19 di daerahnya sudah tinggi. Namun sekali lagi kita tidak boleh lengah, karena memang bahaya penularan Covid-19 ini masih terus mengancam. Tetap terapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Jangan lupa 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," pesannya.

Adapun perkembangan penyebaran Covid-19 di Kaltim, per Senin 17 Mei 2021, jumlah terkonfirmasi bertambah sebanyak 59 kasus, pasien sembuh (114 kasus), meninggal dunia (4 kasus) dan pasien masih dirawat atau kasus aktif 1.057 kasus. (mar)